Langsung ke konten utama

BEASISWA BCA FINANCE 2012

BEASISWA BCA FINANCE 2012

DENGAN TEKAD KUAT UNTUK TURUT MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, BCA FINANCE KEMBALI MEMBERIKAN BEASISWA SELAMA KULIAH KEPADA 50 MAHASISWA/I BERPRESTASI.


TOTAL BEASISWA 2012 : Rp. 900.000.000,-

TOTAL TAHUN 2011 : Rp. 567.000.000,-
TOTAL TAHUN 2010 : Rp. 420.000.000,-
TOTAL TAHUN 2009 : Rp. 305.000.000,-

PERSYARATAN:
  1. Mahasiswa/i program Strata 1 (S-1)
  2. Minimal telah/sedang menyelesaikan semester 2
  3. IPK min (PTN : 3,00 dan PTS : 3,4)
  4. Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak manapun
  5. Beasiswa ini bebas dari ikatan dinas apapun
  6. Melakukan pendaftaran beasiswa melalui aplikasi online
Tahapan Seleksi :
Tahap I : Penentuan 150 Calon Pemenang Beasiswa 150 calon pemenang yang telah diumumkan akan diwajibkan mengirimkan kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan kemudian
Tahap II : Penentuan 50 Pemenang Beasiswa yang berhak menerima Rp.3.000.000,-/Semester
Proses seleksi dilaksanakan oleh tim seleksi BCA Finance
Keputusan hasil penerimaan adalah mutlak & tidak dapat diganggu gugat
Keterangan lebih lanjut dapat diakses melalui website www.bcafinance.co.id

*) Maksimal Pemberian Beasiswa Sampai Dengan Semester 8

TAHAPAN:
  1. Pendaftaran Aplikasi Online: 03/09/12 – 28/09/12
  2. Pengumuman 150 Calon Pemenang Beasiswa Melalui Website BCA Finance: 12/10/12
  3. Verifikasi Kelengkapan Dokumen Untuk 150 Calon Pemenang Beasiswa (Cap Pos): 12/10/12 – 25/10/12
  4. Pengumuman 50 Pemenang Beasiswa: 09/11/12
Keputusan hasil penerimaan adalah mutlak & tidak dapat diganggu gugat. Proses penyaringan akhir dilaksanakan oleh tim seleksi BCA Finance.

Source: http://www.bcafinance.co.id/beasiswa/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Leaflet Gizi Diit Atlet Sepak Bola

Teori Snehandu B.Kar (perilaku)

Teori Snehandu B.Kar Kar mencoba menganalisis perilaku kesehatan dengan bertitik tolak bahwa perilaku merupakan fungsi dari: a) Niat sesorang untuk bertindak sehubungan dengan kesehatan atau perawatan kesehatannya ( behaviour intention ). b) Dukungan sosial dari masyrakat sekitarnya ( social-support ). c) Ada atau tidak adanya informasi tentang kesehatan atau fasilitas kesehatan ( accessebility of information ). d) Otonomi pribadi yang bersangkutan dalam hal ini mengambil tindakan atau keputusan ( personal autonomy ). e) Situasi yang memungkinkan untuk bertindak atau tidak bertindak( action situation ). Uraian diatas dapat dirumuskan sebagai berikut: B=f(BI, SS, AL, PA, AS) Keterangan : B= Behaviour F= Fungsi BI= Behaviour Intention SS= Social Support AI= Accessebility of Information PA= Personal Autonomy AS= Action Situation Disimpulkan bahwa perilaku kesehatan seseorang atau masyrakat ditentukan oleh niat orang terhadap objek kesehatan, ada atau tidaknya ...

FAKTOR RISIKO KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan yang telah tercantum pada Sistem Kesehatan Nasional adalah suatu upaya penyelenggaraan kesehatan yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia guna mendapatkan kemampuan hidup sehat bagi setiap masyarakat agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal yang mana dikatakan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu lingkungan, pelayanan kesehatan, tindakan serta bawaan (congenital). Hidup sehat merupakan hak yang dimilki oleh setiap manusia yang ada didunia ini, akan tetapi diperlukan berbagai cara untuk mendapatkannya (Anonim, 2007). Sebagai upaya untuk mewujudkan visi Indonesia sehat 2010, pemerintah telah menyusun berbagai program pembangunan dalam bidang kesehatan antara lain kegiatan pemberantasan Penyakit Menular (P2M) baik yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif di semua aspek lingkungan kegiatan pelayanan kesehatan. Untuk dapat mengukur derajat kesehatan ...