BAB I
PENDAHULUAN
Sifilis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Treponema pallidumyangmenyerang manusia. Nama lain dari sifilis penyakit raja singa. Penyakit ini mempunyai beberapa sifat, yaitu perjalanan penyakitnya sangat kronis, dapat menyerang semua organ tubuh, dapat menyerupai macam-macam penyakit, mempunyai masa laten, dapat kambuh kembali (rekuren), dan dapat ditularkan dari ibu ke janinnya sehingga menimbulkan sifilis kongenital. Selain melalui ibu ke janinnya dan melalui hubungan seksual, sifilis bisa juga ditularkan melalui luka, transfusi dan jarum suntik (Wilson,2001).
BAB II
PERMASALAHAN
Insiden sifilis telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, dilaporkan 53.000 kasus pada tahun 1996, sedangkan pada tahun 1992 113.000 kasus. Namun, jumlah kasus sifilis primer dan sekunder meningkat pada tahun 2000-2007.Pada tahun 2007, 11.466 kasus dilaporkan kepada US Centers for Disease Control and Prevention.Sebagian besar dari peningkatan ini terjadi pada pria, terutama pada pria yang berhubungan seks dengan pria lain. Keseluruhan kasus yang dilaporkan pada wanita menurun. Lebih dari 80% kasus yang dilaporkan di selatan Amerika Serikat. Kecenderungan untuk kasus sifilis kongenital terjadi penurunan selama sepuluh tahun terakhir.
Angka Kematian dan Kesakitan
• Komplikasi utama pada orang dewasa meliputi neurosifilis, sifilis kardiovaskular, dan gumma. Kematian akibat dari sifilis terus terjadi. Satu studi menemukan bahwa dari 113 kematian akibat penyakit menular seksual, 105 disebabkan oleh sifilis, dengan jantung dan neurosifilis;
• Angka-angka ini terus meningkat sejak munculnya epidemi AIDS, karena penyakit ulkus kelamin (termasuk sifilis) adalah kofaktor untuk penularan HIV. Selain itu, pasien yang tidak diobati beresiko mengalami perkembangan yang cepat untuk neurosifilis dan untuk komplikasi.
• Kongenital sifilis adalah hasil yang paling serius sifilis pada wanitaTelah menunjukkan bahwa proporsi yang lebih tinggi bayi terpengaruh jika ibu telah diobati sifilis sekunder, dibandingkan dengan sifilis laten yang tidak diobati dini.Karena T pallidum tidak menginvasi jaringan atau plasenta janin sampai usia kehamilan bulan kelima, sifilis menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, atau kematian segera setelah melahirkan.
Di Amerika Serikat, sifilis yang lebih umum di kalangan orang-orang dari ras dan etnis minoritas. Prevalensi sifilis yang dilaporkan antara orang kulit hitam agak lebih tinggi daripada kelompok etnis lain. Namun demikian, tingkat ini telah menurun secara drastis dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2000-2003, sifilis menurun dari 12 kasus per 100.000 penduduk hingga 7,8 kasus per 100.000 penduduk pada kelompok etnis ini (McCalmont, 2009).
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
A. Keluhan dan Gejala
Gejala dan tanda dari sifilis banyak dan berlainan, sebelum tes serologis, diagnosis sulit dilakukan dan penyakit ini sering disebut "Peniru Besar" karena sering dikira penyakit lainnya.
Berdasarkan cara penularannya, sifilis dibagi menjadi 2 macam:
1. Sifilis Kongenital (Bawaan)
Sifilis dapat ditularkan oleh ibu pada janinnya saat persalinan, namun sebagian besar kasus sifilis kongenital merupakan akibat penularan in utero.
2. Sifilis Akuisita (didapat)
Sifilis yang ditularkan melalui hubungan seksual, luka, transfusi darah danjarum suntik.
Infeksi oleh Treponema pallidum berkembang melalui 4 tahapan:
1. Stadium Primer
Terbentuk Chancre pada tempat infeksi sekitar 3 minggu setelah infeksi yang berukuran beberapa mm sampai 2 cm. Chancre ini bersifat soliter, nyeri, mengeras, dan terutama terdapat di daerah genitalia, mulut dan anus (Wilson, 2001).
Kebanyakan chancre muncul pada penis, anus, dan rektum pada pria, sedangkan pada wanita pada vulva, leher rahim dan antara vagina dan anus (perineum). Selain itu dapat terbentuk di bibir, tangan, atau mata. Luka di vagina dan anus mungkin tak terdeteksi kecuali jika dilihat oleh seorang dokter. Lesi biasanya sembuh tanpa pengobatan dalam waktu 6 minggu(Swierzewski, 2007).
2. Stadium Sekunder
Gejala klinis pada stadium ini biasanya terjadi 6 minggu setelah pecahnya Chancre atau selambat-lambatnya 6 bulan setelah infeksi. Penderita sering mengalami demam.Semua jaringan tubuh dapat diserang terutama kulit dan selaput lendir. Kulit dapat mengalami kelainan yang tidak gatalberupa makula, papula, pustula (Wilson, 2001).
Ruam sering muncul sekitar 6 minggu sampai 3 bulan setelah chancre sembuh. Ruam dapat menutupi bagian tubuh, tetapi cenderung meletus pada telapak tangan atau telapak kaki. Ini tidak gatal. Lesi menyakitkan juga dapat terbentuk di selaput lendir mulut dan tenggorokan dan pada tulang dan organ dalam. Pada saat ini, penyakit ini sangat menular, karena bakteri terdapat pada sekresi dari lesi. Ruam biasanya sembuh tanpa pengobatan dalam waktu 2 sampai 6 minggu. Gejala lain berupa demam, sakit tenggorokan, kelelahan, sakit kepala, sakit leher, sakit sendi, malaise dan rambut rontok. Sejumlah besar pasien tidak menunjukkan gejala pada tahap ini dari penyakit (Swierzewski, 2007).
3. Stadium Laten
Pada stadium ini disebut fase tenang yang terdapat antara hilangnya gejala-gejala klinik sifilis sekunder dan tersier ini berlangsung antara beberapa bulan sampai bertahun-tahun (Wilson, 2001).
Bakteri tetap aktif dalam kelenjar getah bening dan limpa. Stadium ini bisa bertahan 3-30 tahun dan mungkin tidak berlanjut ke sifilis tersier. Sekitar 30% dari orang yang terinfeksi bertahan dalam keadaan laten(Swierzewski, 2007).
4. Stadium Tersier
Stadium tersier dapat terjadi bertahun-tahun setelah gejala-gejala sifilis sekunder menghilang. Muncul kelainan-kelainan yang terjadi akibat reaksi alergi dari jaringan terhadap organisme yang berupa reaksi gumma. Kelainan yang terjadi berupa rusaknya organ dalam seperti otak, syaraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan persendian (Wilson, 2001).
B. Pemeriksaan Penunjang Diagnostik
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Diagnosis pasti ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan fisik.Pemeriksaan fisik dilakukan di seluruh permukaan kulit, rambut dan kuku, pembengkakan kelenjar getah bening, selaput lendir mulut, daerah genitalia/anogenitalia. Pemeriksaan laboratorium dilakukan dengan pemeriksaan sediaan langsung dan serologis.
Ada 2 jenis pemeriksaan darah yang digunakan:
• Tes penyaringan : VDRL (venereal disease research laboratory) atau RPR (rapid plasma reagin).
Tes penyaringan ini mudah dilakukan dan tidak mahal. Mungkin perlu dilakukan tes ulang karena pada beberapa minggu pertama sifilis primer hasilnya bisa negatif.
• Pemeriksaan antibodi terhadap bakteri penyebab sifilis.
Pemeriksaan ini lebih akurat. Salah satu dari pemeriksaan ini adalah tes FTA-ABS (fluorescent treponemal antibody absorption), yang digunakan untuk memperkuat hasil tes penyaringan yang positif.
Pada fase primer atau sekunder, diagnosis sifilis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopis terhadap cairan dari luka di kulit atau mulut.
C. Etiologi
Penyebab penyakit ini adalah Treponema pallidum yang termasuk ordo spirochaetales, familia spirochaetaceae, dan genus treponema. T. pallidum berbentuk spiral, panjang 5-20 µm, lebar 0,1-0,2 µm,gerakannya berupa rotasi sepanjang aksis dan maju seperti gerakan pembuka botol.
D. Cara Pencegahan
Tidak ada vaksin untuk mencegah terjangkitnya sifilis. Pencegahan dapat dilakukan dengan:
- Tidak berhubungan seksual dengan orang yang memiliki penyakit sifilis
- Tidak berganti-gantipasangan
- Penyuluhan mengenai bahaya penyakit menular seksual (PMS) pada masyarakat
- Pemeriksaan darah pada ibu hamil melalui STS (Serological Test for Syphilis) untuk menghindari terjadinya congenital sifilis
Sifilis tidak menular melalui pelukan, makan menggunakan peralatan makan yang sama, jabat tangan dan dudukan toilet (Anonim,2007).
E. Cara Pengobatan
Pengobatan dilakukan tergantung stadium sifilis yang diderita. Biasanya diberikan antibiotik seperti suntikan penisilin sebagai berikut:
- Sifilis stadium primer, diberikan Procaine penicilin G sebanyak 1 kali suntikan
- Sifilis stadium sekunder, biasanya diberikan Benzathine penicilin.
Penisilin juga diberikan kepada penderita sifilis fase laten dan semua bentuk sifilis fase tersier, meskipun mungkin perlu diberikan lebih sering dan lebih lama.
Jika penderita alergi terhadap penisilin, bisa diberikan doksisiklin atau tetrasiklin per-oral selama 2-4 minggu.
F. Rehabilitasi
Tidak ada rehabilitasi yang diperlukan untuk tahap awal sifilis.Rehabilitasi tahap-tahap selanjutnya akan tergantung pada perjalanan penyakit (Medical Disability Advisor, 2004).
G. Prognosis
Prognosis sifilis stadium primer dan sekunder baik sedangkan stadium sekunder buruk. Pada stadium primer, sekunder, dan awal sifilis laten dapat diobati dengan antibiotik. Akhir laten (lebih dari 1 tahun setelah tahap kedua) sulit untuk diobati. Sifilis tersier memiliki angka kematian sangat tinggi akibat efek luas dari penyakit pada sistem saraf pusat.
Neurosifilis (di mana bakteri menyerang sistem saraf) dapat terjadi pada individu yang tidak diobati. Hal ini mengakibatkan meningitis, kelumpuhan, penyakit mental, dan degenerasi dari saraf tulang belakang. Jika pembuluh darah yang terkena, seorang stroke mungkin terjadi.
BAB IV
PENUTUP
Sifilis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Treponema pallidum yang menyerang manusia. Gejala dan tanda dari sifilis banyak dan berlainan, sebelum tes serologis, diagnosis sulit dilakukan dan penyakit ini sering disebut "Peniru Besar" karena sering dikira penyakit lainnya.
Berdasarkan cara penularannya, sifilis dibagi menjadi 2 macam yaitu sifilis kongenital (bawaan) dan sifilis akuisita (didapat). Infeksi oleh Treponema pallidum berkembang melalui 4 tahapan yaitu stadium primer, sekunder, laten dan tersier.
Diagnosis pasti ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dilakukan di seluruh permukaan kulit, rambut dan kuku, pembengkakan kelenjar getah bening, selaput lendir mulut, daerah genitalia/anogenitalia.
Pencegahan dapat dilakukan dengan :
- Tidak berhubungan seksual dengan orang yang memiliki penyakit sifilis
- Tidak berganti-ganti pasangan
- Penyuluhan mengenai bahaya penyakit menular seksual (PMS) pada masyarakat
- Pemeriksaan darah pada ibu hamil melalui STS (Serological Test for Syphilis) untuk menghindari terjadinya congenital sifilis
Pengobatan dilakukan tergantung stadium sifilis yang diderita. Biasanya diberikan antibiotik seperti suntikan penisilin.
Prognosis untuk sifilis stadium primer, sekunder dan stadium laten adalah baik. Prognosis untuk sifilis stadium tersier adalah buruk.
BAB V DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. Syphilis. http://www.mass.gov/Eeohhs2/docs/dph/cdc/factshets/
syphilis.pdf. Diakses 3 Maret 2010.
McCalmont, Timothy. Syphilis.http://emedicine.medscape.com/article/1053426-overview. Diakses 8 Maret 2010.
Medical Disability Advisor, 2004. http://www.mdguidelines.com/syphilis. Diakses 8 Maret 2010.
Swierzewski, Stanley J. 2007. Syphilis, Overview, Symptoms, Stages, Diagnosis, Treatment. http://www.urologychannel.com/std/syphilis.shtml. Diakses 8 Maret 2010.
Wilson, Walter R and Sande, M. 2001. Current Diagnosis & Treatment in Infectious Diseases. The McGraw-Hill Companies, United States of America.
PENDAHULUAN
Sifilis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Treponema pallidumyangmenyerang manusia. Nama lain dari sifilis penyakit raja singa. Penyakit ini mempunyai beberapa sifat, yaitu perjalanan penyakitnya sangat kronis, dapat menyerang semua organ tubuh, dapat menyerupai macam-macam penyakit, mempunyai masa laten, dapat kambuh kembali (rekuren), dan dapat ditularkan dari ibu ke janinnya sehingga menimbulkan sifilis kongenital. Selain melalui ibu ke janinnya dan melalui hubungan seksual, sifilis bisa juga ditularkan melalui luka, transfusi dan jarum suntik (Wilson,2001).
BAB II
PERMASALAHAN
Insiden sifilis telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, dilaporkan 53.000 kasus pada tahun 1996, sedangkan pada tahun 1992 113.000 kasus. Namun, jumlah kasus sifilis primer dan sekunder meningkat pada tahun 2000-2007.Pada tahun 2007, 11.466 kasus dilaporkan kepada US Centers for Disease Control and Prevention.Sebagian besar dari peningkatan ini terjadi pada pria, terutama pada pria yang berhubungan seks dengan pria lain. Keseluruhan kasus yang dilaporkan pada wanita menurun. Lebih dari 80% kasus yang dilaporkan di selatan Amerika Serikat. Kecenderungan untuk kasus sifilis kongenital terjadi penurunan selama sepuluh tahun terakhir.
Angka Kematian dan Kesakitan
• Komplikasi utama pada orang dewasa meliputi neurosifilis, sifilis kardiovaskular, dan gumma. Kematian akibat dari sifilis terus terjadi. Satu studi menemukan bahwa dari 113 kematian akibat penyakit menular seksual, 105 disebabkan oleh sifilis, dengan jantung dan neurosifilis;
• Angka-angka ini terus meningkat sejak munculnya epidemi AIDS, karena penyakit ulkus kelamin (termasuk sifilis) adalah kofaktor untuk penularan HIV. Selain itu, pasien yang tidak diobati beresiko mengalami perkembangan yang cepat untuk neurosifilis dan untuk komplikasi.
• Kongenital sifilis adalah hasil yang paling serius sifilis pada wanitaTelah menunjukkan bahwa proporsi yang lebih tinggi bayi terpengaruh jika ibu telah diobati sifilis sekunder, dibandingkan dengan sifilis laten yang tidak diobati dini.Karena T pallidum tidak menginvasi jaringan atau plasenta janin sampai usia kehamilan bulan kelima, sifilis menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, atau kematian segera setelah melahirkan.
Di Amerika Serikat, sifilis yang lebih umum di kalangan orang-orang dari ras dan etnis minoritas. Prevalensi sifilis yang dilaporkan antara orang kulit hitam agak lebih tinggi daripada kelompok etnis lain. Namun demikian, tingkat ini telah menurun secara drastis dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2000-2003, sifilis menurun dari 12 kasus per 100.000 penduduk hingga 7,8 kasus per 100.000 penduduk pada kelompok etnis ini (McCalmont, 2009).
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
A. Keluhan dan Gejala
Gejala dan tanda dari sifilis banyak dan berlainan, sebelum tes serologis, diagnosis sulit dilakukan dan penyakit ini sering disebut "Peniru Besar" karena sering dikira penyakit lainnya.
Berdasarkan cara penularannya, sifilis dibagi menjadi 2 macam:
1. Sifilis Kongenital (Bawaan)
Sifilis dapat ditularkan oleh ibu pada janinnya saat persalinan, namun sebagian besar kasus sifilis kongenital merupakan akibat penularan in utero.
2. Sifilis Akuisita (didapat)
Sifilis yang ditularkan melalui hubungan seksual, luka, transfusi darah danjarum suntik.
Infeksi oleh Treponema pallidum berkembang melalui 4 tahapan:
1. Stadium Primer
Terbentuk Chancre pada tempat infeksi sekitar 3 minggu setelah infeksi yang berukuran beberapa mm sampai 2 cm. Chancre ini bersifat soliter, nyeri, mengeras, dan terutama terdapat di daerah genitalia, mulut dan anus (Wilson, 2001).
Kebanyakan chancre muncul pada penis, anus, dan rektum pada pria, sedangkan pada wanita pada vulva, leher rahim dan antara vagina dan anus (perineum). Selain itu dapat terbentuk di bibir, tangan, atau mata. Luka di vagina dan anus mungkin tak terdeteksi kecuali jika dilihat oleh seorang dokter. Lesi biasanya sembuh tanpa pengobatan dalam waktu 6 minggu(Swierzewski, 2007).
2. Stadium Sekunder
Gejala klinis pada stadium ini biasanya terjadi 6 minggu setelah pecahnya Chancre atau selambat-lambatnya 6 bulan setelah infeksi. Penderita sering mengalami demam.Semua jaringan tubuh dapat diserang terutama kulit dan selaput lendir. Kulit dapat mengalami kelainan yang tidak gatalberupa makula, papula, pustula (Wilson, 2001).
Ruam sering muncul sekitar 6 minggu sampai 3 bulan setelah chancre sembuh. Ruam dapat menutupi bagian tubuh, tetapi cenderung meletus pada telapak tangan atau telapak kaki. Ini tidak gatal. Lesi menyakitkan juga dapat terbentuk di selaput lendir mulut dan tenggorokan dan pada tulang dan organ dalam. Pada saat ini, penyakit ini sangat menular, karena bakteri terdapat pada sekresi dari lesi. Ruam biasanya sembuh tanpa pengobatan dalam waktu 2 sampai 6 minggu. Gejala lain berupa demam, sakit tenggorokan, kelelahan, sakit kepala, sakit leher, sakit sendi, malaise dan rambut rontok. Sejumlah besar pasien tidak menunjukkan gejala pada tahap ini dari penyakit (Swierzewski, 2007).
3. Stadium Laten
Pada stadium ini disebut fase tenang yang terdapat antara hilangnya gejala-gejala klinik sifilis sekunder dan tersier ini berlangsung antara beberapa bulan sampai bertahun-tahun (Wilson, 2001).
Bakteri tetap aktif dalam kelenjar getah bening dan limpa. Stadium ini bisa bertahan 3-30 tahun dan mungkin tidak berlanjut ke sifilis tersier. Sekitar 30% dari orang yang terinfeksi bertahan dalam keadaan laten(Swierzewski, 2007).
4. Stadium Tersier
Stadium tersier dapat terjadi bertahun-tahun setelah gejala-gejala sifilis sekunder menghilang. Muncul kelainan-kelainan yang terjadi akibat reaksi alergi dari jaringan terhadap organisme yang berupa reaksi gumma. Kelainan yang terjadi berupa rusaknya organ dalam seperti otak, syaraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan persendian (Wilson, 2001).
B. Pemeriksaan Penunjang Diagnostik
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Diagnosis pasti ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan fisik.Pemeriksaan fisik dilakukan di seluruh permukaan kulit, rambut dan kuku, pembengkakan kelenjar getah bening, selaput lendir mulut, daerah genitalia/anogenitalia. Pemeriksaan laboratorium dilakukan dengan pemeriksaan sediaan langsung dan serologis.
Ada 2 jenis pemeriksaan darah yang digunakan:
• Tes penyaringan : VDRL (venereal disease research laboratory) atau RPR (rapid plasma reagin).
Tes penyaringan ini mudah dilakukan dan tidak mahal. Mungkin perlu dilakukan tes ulang karena pada beberapa minggu pertama sifilis primer hasilnya bisa negatif.
• Pemeriksaan antibodi terhadap bakteri penyebab sifilis.
Pemeriksaan ini lebih akurat. Salah satu dari pemeriksaan ini adalah tes FTA-ABS (fluorescent treponemal antibody absorption), yang digunakan untuk memperkuat hasil tes penyaringan yang positif.
Pada fase primer atau sekunder, diagnosis sifilis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopis terhadap cairan dari luka di kulit atau mulut.
C. Etiologi
Penyebab penyakit ini adalah Treponema pallidum yang termasuk ordo spirochaetales, familia spirochaetaceae, dan genus treponema. T. pallidum berbentuk spiral, panjang 5-20 µm, lebar 0,1-0,2 µm,gerakannya berupa rotasi sepanjang aksis dan maju seperti gerakan pembuka botol.
D. Cara Pencegahan
Tidak ada vaksin untuk mencegah terjangkitnya sifilis. Pencegahan dapat dilakukan dengan:
- Tidak berhubungan seksual dengan orang yang memiliki penyakit sifilis
- Tidak berganti-gantipasangan
- Penyuluhan mengenai bahaya penyakit menular seksual (PMS) pada masyarakat
- Pemeriksaan darah pada ibu hamil melalui STS (Serological Test for Syphilis) untuk menghindari terjadinya congenital sifilis
Sifilis tidak menular melalui pelukan, makan menggunakan peralatan makan yang sama, jabat tangan dan dudukan toilet (Anonim,2007).
E. Cara Pengobatan
Pengobatan dilakukan tergantung stadium sifilis yang diderita. Biasanya diberikan antibiotik seperti suntikan penisilin sebagai berikut:
- Sifilis stadium primer, diberikan Procaine penicilin G sebanyak 1 kali suntikan
- Sifilis stadium sekunder, biasanya diberikan Benzathine penicilin.
Penisilin juga diberikan kepada penderita sifilis fase laten dan semua bentuk sifilis fase tersier, meskipun mungkin perlu diberikan lebih sering dan lebih lama.
Jika penderita alergi terhadap penisilin, bisa diberikan doksisiklin atau tetrasiklin per-oral selama 2-4 minggu.
F. Rehabilitasi
Tidak ada rehabilitasi yang diperlukan untuk tahap awal sifilis.Rehabilitasi tahap-tahap selanjutnya akan tergantung pada perjalanan penyakit (Medical Disability Advisor, 2004).
G. Prognosis
Prognosis sifilis stadium primer dan sekunder baik sedangkan stadium sekunder buruk. Pada stadium primer, sekunder, dan awal sifilis laten dapat diobati dengan antibiotik. Akhir laten (lebih dari 1 tahun setelah tahap kedua) sulit untuk diobati. Sifilis tersier memiliki angka kematian sangat tinggi akibat efek luas dari penyakit pada sistem saraf pusat.
Neurosifilis (di mana bakteri menyerang sistem saraf) dapat terjadi pada individu yang tidak diobati. Hal ini mengakibatkan meningitis, kelumpuhan, penyakit mental, dan degenerasi dari saraf tulang belakang. Jika pembuluh darah yang terkena, seorang stroke mungkin terjadi.
BAB IV
PENUTUP
Sifilis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Treponema pallidum yang menyerang manusia. Gejala dan tanda dari sifilis banyak dan berlainan, sebelum tes serologis, diagnosis sulit dilakukan dan penyakit ini sering disebut "Peniru Besar" karena sering dikira penyakit lainnya.
Berdasarkan cara penularannya, sifilis dibagi menjadi 2 macam yaitu sifilis kongenital (bawaan) dan sifilis akuisita (didapat). Infeksi oleh Treponema pallidum berkembang melalui 4 tahapan yaitu stadium primer, sekunder, laten dan tersier.
Diagnosis pasti ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dilakukan di seluruh permukaan kulit, rambut dan kuku, pembengkakan kelenjar getah bening, selaput lendir mulut, daerah genitalia/anogenitalia.
Pencegahan dapat dilakukan dengan :
- Tidak berhubungan seksual dengan orang yang memiliki penyakit sifilis
- Tidak berganti-ganti pasangan
- Penyuluhan mengenai bahaya penyakit menular seksual (PMS) pada masyarakat
- Pemeriksaan darah pada ibu hamil melalui STS (Serological Test for Syphilis) untuk menghindari terjadinya congenital sifilis
Pengobatan dilakukan tergantung stadium sifilis yang diderita. Biasanya diberikan antibiotik seperti suntikan penisilin.
Prognosis untuk sifilis stadium primer, sekunder dan stadium laten adalah baik. Prognosis untuk sifilis stadium tersier adalah buruk.
BAB V DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. Syphilis. http://www.mass.gov/Eeohhs2/docs/dph/cdc/factshets/
syphilis.pdf. Diakses 3 Maret 2010.
McCalmont, Timothy. Syphilis.http://emedicine.medscape.com/article/1053426-overview. Diakses 8 Maret 2010.
Medical Disability Advisor, 2004. http://www.mdguidelines.com/syphilis. Diakses 8 Maret 2010.
Swierzewski, Stanley J. 2007. Syphilis, Overview, Symptoms, Stages, Diagnosis, Treatment. http://www.urologychannel.com/std/syphilis.shtml. Diakses 8 Maret 2010.
Wilson, Walter R and Sande, M. 2001. Current Diagnosis & Treatment in Infectious Diseases. The McGraw-Hill Companies, United States of America.
Komentar
Posting Komentar