BAB I
PENDAHULUAN
Influenza H1N1 atau dikenal sebagai flu babi adalah penyakit pernapasan yang menjangkiti babi. Secara umum, penyakit flu babi mirip dengan influenza biasa (influenza Like Illness or ILI) yang disebabkan oleh udara dingin. Walaupun keduanya mengganggu pernapasan akut dan gejala penyakit yang umum, tetapi virus penyebab flu babi berbeda dengan flu biasa (common cold-influenza).
Flu babi disebabkan oleh serangan virus influenza tipe A. Virus influenza tipe A memiliki banyak subtipe antara lain H1NI, H1N2, H3N2. Flu babi yang merebak saat ini diduga kuat disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1.
Paling umum, kasus-kasus ini terjadi pada orang dengan paparan langsung dengan babi (misalnya anak-anak di dekat babi di dalam pameran atau pekerja di industri babi). Gejala flu babi pada orang diperkirakan mirip dengan gejala influenza musiman manusia biasa dan termasuk demam, lesu, kurang nafsu makan dan batuk. Beberapa orang dengan flu babi juga telah melaporkan pilek, sakit tenggorokan, mual, muntah dan diare. (CDC)
BAB II
PERMASALAHAN
Menurut Thorner, Maret 2009, suatu perjangkitan penyakit pernapasan pertama dicatat di Mexico, yang dengan cepat dikenali sebagai penyakit yang berhubungan dengan Influenza A H1N1. Perjangkitan menyebar dengan cepat ke Amerika Serikat, Canada, dan seluruh dunia sebagai hasil bepergian dengan pesawat. Pada 11 Juni 2009, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan tingkatan pandemi penyakit tersebut pada tingkatan yang paling tinggi, tahap 6, yang menandakan transmisi penyebaran ke masyarakat luas pada sedikitnya dua benua. Kecenderungan umum mulai 10 Januari 2010, di seluruh dunia telah ada sedikitnya 13,500 kematian yang dilaporkan laboratorium kasus pandemic influenza A H1N1 .
Masih menurut Thorner, berdasarkan penggunaan model matematika yang dilakukan Pusat Kendali Penyakit dan Pencegahan AS telah memperkirakan bahwa kira-kira 9800 kasus fatal terjadi di AS antara bulan April sampai pertengahan November 2009. Pada satu studi pengawasan ada 1088 kemungkina atau ditetapkan kasus tentang pandemi H1N1 penyakit Influenza di California, 31 persen pasien telah diakui sebagai unit gawat darurat dan 11 persen meninggal. Kebanyakan kematian telah dihubungkan dengan kegagalan pernapasan sebagai hasil dari radang paru paru berat dengan penyusupan multifocal dan sindrom susah bernapas akut.
Kira-Kira 2 dari 5 persen kasus yang ditetapkan di Amerika Serikat dan Canada sudah diperlukan perawatan rumah sakit bandingkan dengan 6 persen di Mexico. Bagaimanapun, sejak banyaknya kasus penyakit ringan yang hampir pasti dibawah pengawasan, persentase pasti dari kasus yang diperlukan perawatan rumah sakit mungkin lebih rendah dan telah diperkirakan menjadi 0,3 persen kasus di Amerika Serikat. Pertimbangan yang paling umum untuk masuk rumah sakit adalah radang paru paru dan dehidrasi.
Angka kesakitan dan kematian dilihat dari tingkatan umur telah dicatat antara anak-anak dan orang dewasa muda diseluruh dunia. Di Amerika Serikat antara 30 Agustus sampai 10 Oktober 2009, berdasarkan laporan laboratorium kasus pandemi infeksi influenza A H1N1 di AS, dilaporkan 4958 jiwa dirawat dirumah sakit. Persentase dari individu yang dirawat dirumah sakit dalam berbagai kelompok umur adalah sebagai berikut :
• 0 - 4 tahun,19 persen
• 5 - 24 tahun, 25 persen
• 25 - 49 tahun, 24 persen
• 50 - 64 tahun, 15 persen
• > 65 tahun, 7 persen
Sepanjang periode waktu yang sama, laboratorium pandemi infeksi influenza A H1N1 di AS, juga melaporkan 292 kematian pada pasien yang telah dinyatakan terinfeksi flu babi. Persentase dari kematian antara berbagai kelompok umur adalah sebagai berikut :
• 0 - 4 tahun, 3 persen
• 5 - 18 tahun, 14 persen
• 19 - 24 tahun, 7 persen
• 25 - 49 tahun, 33 persen
• 50 - 64 tahun, 32 persen
• > 65 tahun, 12 persen
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
3.1 Keluhan dan Gejala
Keluhan dan gejala Influenza A H1N1 atau flu babi serupa dengan influenza musiman. Keluhan dan gejala influenza yang disebabkan oleh pandemi virus influenza A bervariasi pada orang dewasa dan anak-anak, yaitu sebagai berikut :
Keluhan peringatan keadaan darurat pada anak-anak : Keluhan peringatan keadaan darurat pada orang dewasa :
• Ganguan bernapas
• Warna kulit kebiruan atau keabuan
• Kekurangan cairan
• Muntah-muntah
• Tidak bisa bangun/berinteraksi
• Menjadi sangat sensitif
• Gejala seperti influenza, membaik akan tetapi kembali dengan demam dan batuk lebih buruk • Susah bernapas /pemendekan napas
• Pusing mendadak
• Merasa sakit/tekanan pada perut/dada
• Muntah-muntah
• Bingung
• Gejala seperti influenza, membaik akan tetapi kembali dengan demam dan batuk lebih buruk
Gejala influenza H1N1 serupa dengan influenza musiman, tetapi dapat meliputi gejala tambahan seperti muntah dan diare. Gejala influenza musiman dan H1N1 adalah:
Seasonal Flu H1N1 Flu
Semua jenis flu dapat menyebabkan:
• demam
• batuk dan/sakit tenggorokan
• hidung basah dan tersumbat
• sakit kepala dan/nyeri badan
• Kedinginan
• Kelelahan Serupa dengan flu musiman, tetapi gejala dapat lebih berat.
Ada gejala tambahan, yang penting pada kasus flu H1N1, yaitu:
• Muntah-muntah
• Diare
(Anonim, 2010)
3.2 Pemeriksaan Penunjang Diagnostik
Menurut Thorner, untuk diagnosis pandemi virus influenza A H1N1 atau flu babi telah dirilis oleh Amerika Serikat Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yaitu sebagai berikut :
3.2.1 Real-time reverse transcriptase (RRT)-PCR adalah pengujian yang paling sensitif dan spesifik untuk tes diagnosis pandemi infeksi virus influenza A H1N1, karena RRT-PCR atau kultur virus dapat juga digunakan pada orang yang sudah meninggal yang dicurigai atau dikonfirmasikan telah infeksi Influenza A H1N1 atau flu babi.
3.2.2 Polymerase chain reaction - tes amplifikasi asam nukleat, seperti halnya real-time reverse transcriptase (RRT)-PCR, adalah yang paling sensitif dan tes spesifik untuk diagnosis infeksi virus influenza. Namun, mungkin tidak tersedia dan / atau mungkin memerlukan beberapa hari untuk diproses karena banyak rumah sakit dan klinik harus mengirimkan sampel untuk diproses pada kesehatan umum atau laboratorium komersial. Hasil tes tergantung pada individu RRT-PCR digunakan, serta kualitas sampel yang diperoleh.
3.2.3 Rapid tes antigen – merupakan pengujian secara cepat yangmenggunakan tes antigen influenza sebagai bagian dari evaluasi pasien yang diduga menderita pandemi influenza A H1N1 atau flu babi, tetapi hasilnya harus ditafsirkan dengan hati-hati. Tes antigen influenza yang tersedia secara komersial dapat membedakan antara influenza A dan B virus, tetapi tidak dapat membedakan antara berbagai subtipe influenza A (misalnya, pandemi influenza A H1N1 musiman versus H1N1 atau H3N2 influenza A). Konfirmasi pandemi influenza A H1N1 infeksi hanya dapat dilakukan oleh real-time reverse-transcriptase (RRT)-PCR atau kultur virus. Tes sensitivitas antigen dengan cepat mendeteksi infeksi virus influenza A H1N1 berkisar antara 10-70 persen dibandingkan dengan RRT-PCR.
3.2.4 Tes antibodi Immunofluorescent - secara langsung atau tidak langsung (DFA atau IFA) dapat membedakan antara influenza A dan B, tetapi tidak membedakan antara berbagai influenza A subtipe.
3.3 Etiologi
Penyebab Influenza A H1N1 adalah sub type dari virus influensa A dan sebagian besar merupakan penyebab kasus influensa (flu) pada manusia. Virus influenza tipe A ini termasuk Famili Orthomyxoviridae. Virus ini erat kaitannya dengan penyebab swine influenza, equine influenza dan avian influenza (fowl plaque). Ukuran virus tersebut berdiameter 80-120 nm.
Virus ini digambarkan sebagai subtipe baru dari influenza tipe A (H1N1) yang sebelumnya tidak terdeteksi di babi atau manusia. Tahun 2009 virus flu babi tipe A (H1N1) galur mengandung campuran yang tidak biasa ada pada segmen gen. Pengurutan genetik sampel di Centers for Disease Control (CDC) Atlanta menunjukkan bahwa virus flu baru berisi empat segmen dari virus yang berbeda. Virus flu babi yang telah terisolasi pada babi ada 4, yaitu: H1N1, H1N2, H3N2, dan H3N1. Virus flu babi klasik yang pertama di temukan yaitu virus influenza tipe A (H1N1). (Wikipedia, 2010)
3.4 Cara Pencegahan
Menurut WHO, penyakit flu babi sampai saat ini belum ditemukan vaksinya. Namun, ada upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah masuknya virus tersebut kedalam tubuh kita, dan mencegah persebarannya.
3.4.1 Kegiatan sehari-hari yang dapat membabtu mencegah penyebaran virus :
3.4.1.1 Menutup hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk atau bersin, tisu yang sudah digunakan hendaknya dibuang di tempat sampah.
3.4.1.2 Mencuci tangan dengan sabun dan air sesering mungkin, terutama setelah batuk atau bersin. Untuk hasil yang efektif gunakan pemersih tangan dengan bahan dasar alcohol.
3.4.1.3 Hindari menyentuh mata, hidung atau mulut, karena kuman dapat menyebar melalui hal tersebut.
3.4.1.4 Hindari kontak langsung dan intensif dengan orang yang sakit.
3.4.1.5 Jika sakit influenza, lebih baik istirahat dari bekerja, atau sekolah dan kurangi kontak dengan orang lain untuk menghindari penularan pada mereka.
.
3.4.2 Mencegah persebaran virus agar tidak menyebabkan jenis virus flu baru yang lebih membahayakan :
3.4.2.1 Memisahkan babi dari hewan ternak lain.
3.4.2.2 Menghindari kontak langsung dengan babi yang taerinfeksi flu babi.
3.4.2.3 Memberi cuti kepada pekerja peternakan yang sakit seperti sakit influenza.
3.4.2.4 Pemberian vaksin influenza musiman kepada pekerja peternakan, dan pemberian vaksin flu babin untuk hewan ternak.
3.4.2.5 Memelihara system ventilasi yang baik.
3.5 Cara Pengobatan
Pengobatan flu babi sama dengan pengobatan flu musiman., ada empat obat yang sering digunakan yaitu: amantadine, rimantadine, oseltamivir dan zanamivir. Sementara kebanyakan virus influenza H1N1 telah rentan terhadap semua empat obat, yang paling terbaru virus influenza babi yang terisolasi dari manusia adalah resisten terhadap amantadine dan rimantadine. Pada saat ini, CDC merekomendasikan penggunaan oseltamivir atau zanamivir untuk pengobatan dan / atau pencegahan infeksi dengan virus influenza babi.
3.6 Prognosis
Penyakit flu babi mempunyai prognosis yang baik, karena masa hidup virus flu babi didalam tubuh yaitu 7 hari, ditunjang dengan pengobatan yang intensif. Kemungkinan terjadinya kematian disebabkan karena penderita tidak mendapat perawatan kesehatan yang baik.
BAB IV
PENUTUP
Flu babi disebabkan oleh serangan virus influenza tipe A. Virus influenza tipe A memiliki banyak subtipe antara lain H1NI, H1N2, H3N2. Paling umum, kasus-kasus ini terjadi pada orang dengan paparan langsung dengan babi. Keluhan dan gejala Influenza A H1N1 serupa dengan influenza musiman.
Keluhan dan gejala influenza yang disebabkan oleh pandemi virus influenza A bervariasi pada orang dewasa dan anak-anak, diantaranya yaitu : demam,batuk dan/sakit tenggorokan,hidung basah dan tersumbat, sakit kepala dan/nyeri badan, kedinginan, kelelahan, muntah-muntah dan diare. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan dengan meningkatkan personal higiene dan perilaku hidup bersih dan sehat.
Pengobatan flu babi sama dengan pengobatan flu musiman., ada empat obat yang sering digunakan yaitu: amantadine, rimantadine, oseltamivir dan zanamivir. Penyakit flu babi mempunyai prognosis yang baik, karena masa hidup virus flu babi didalam tubuh yaitu 7 hari, ditunjang dengan pengobatan yang intensif. Kemungkinan terjadinya kematian disebabkan karena penderita tidak mendapat perawatan kesehatan yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
www.aasv.org/shap/abstracts/issue.php, diakses tanggal 10 Maret 2010
http://www.cdc.gov/swineflu, diakses tanggal 4 Februari 2010
www.flu.gov/individualfamily/about/h1n1/index.html, diakses tanggal 4 Februari 2010
www.pdf-word.net/influenza/swine-influenza-swine-flu-fact-sheet.html, diakses tanggal10 Maret 2010
www.southernnevadahealthdistrict.org/download/health-topics/swine-flu.pdf, diakses tanggal 10 Maret 2010
http://www.who.int/en/lswineflu, diakses tanggal 4 Februari 2010
PENDAHULUAN
Influenza H1N1 atau dikenal sebagai flu babi adalah penyakit pernapasan yang menjangkiti babi. Secara umum, penyakit flu babi mirip dengan influenza biasa (influenza Like Illness or ILI) yang disebabkan oleh udara dingin. Walaupun keduanya mengganggu pernapasan akut dan gejala penyakit yang umum, tetapi virus penyebab flu babi berbeda dengan flu biasa (common cold-influenza).
Flu babi disebabkan oleh serangan virus influenza tipe A. Virus influenza tipe A memiliki banyak subtipe antara lain H1NI, H1N2, H3N2. Flu babi yang merebak saat ini diduga kuat disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1.
Paling umum, kasus-kasus ini terjadi pada orang dengan paparan langsung dengan babi (misalnya anak-anak di dekat babi di dalam pameran atau pekerja di industri babi). Gejala flu babi pada orang diperkirakan mirip dengan gejala influenza musiman manusia biasa dan termasuk demam, lesu, kurang nafsu makan dan batuk. Beberapa orang dengan flu babi juga telah melaporkan pilek, sakit tenggorokan, mual, muntah dan diare. (CDC)
BAB II
PERMASALAHAN
Menurut Thorner, Maret 2009, suatu perjangkitan penyakit pernapasan pertama dicatat di Mexico, yang dengan cepat dikenali sebagai penyakit yang berhubungan dengan Influenza A H1N1. Perjangkitan menyebar dengan cepat ke Amerika Serikat, Canada, dan seluruh dunia sebagai hasil bepergian dengan pesawat. Pada 11 Juni 2009, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan tingkatan pandemi penyakit tersebut pada tingkatan yang paling tinggi, tahap 6, yang menandakan transmisi penyebaran ke masyarakat luas pada sedikitnya dua benua. Kecenderungan umum mulai 10 Januari 2010, di seluruh dunia telah ada sedikitnya 13,500 kematian yang dilaporkan laboratorium kasus pandemic influenza A H1N1 .
Masih menurut Thorner, berdasarkan penggunaan model matematika yang dilakukan Pusat Kendali Penyakit dan Pencegahan AS telah memperkirakan bahwa kira-kira 9800 kasus fatal terjadi di AS antara bulan April sampai pertengahan November 2009. Pada satu studi pengawasan ada 1088 kemungkina atau ditetapkan kasus tentang pandemi H1N1 penyakit Influenza di California, 31 persen pasien telah diakui sebagai unit gawat darurat dan 11 persen meninggal. Kebanyakan kematian telah dihubungkan dengan kegagalan pernapasan sebagai hasil dari radang paru paru berat dengan penyusupan multifocal dan sindrom susah bernapas akut.
Kira-Kira 2 dari 5 persen kasus yang ditetapkan di Amerika Serikat dan Canada sudah diperlukan perawatan rumah sakit bandingkan dengan 6 persen di Mexico. Bagaimanapun, sejak banyaknya kasus penyakit ringan yang hampir pasti dibawah pengawasan, persentase pasti dari kasus yang diperlukan perawatan rumah sakit mungkin lebih rendah dan telah diperkirakan menjadi 0,3 persen kasus di Amerika Serikat. Pertimbangan yang paling umum untuk masuk rumah sakit adalah radang paru paru dan dehidrasi.
Angka kesakitan dan kematian dilihat dari tingkatan umur telah dicatat antara anak-anak dan orang dewasa muda diseluruh dunia. Di Amerika Serikat antara 30 Agustus sampai 10 Oktober 2009, berdasarkan laporan laboratorium kasus pandemi infeksi influenza A H1N1 di AS, dilaporkan 4958 jiwa dirawat dirumah sakit. Persentase dari individu yang dirawat dirumah sakit dalam berbagai kelompok umur adalah sebagai berikut :
• 0 - 4 tahun,19 persen
• 5 - 24 tahun, 25 persen
• 25 - 49 tahun, 24 persen
• 50 - 64 tahun, 15 persen
• > 65 tahun, 7 persen
Sepanjang periode waktu yang sama, laboratorium pandemi infeksi influenza A H1N1 di AS, juga melaporkan 292 kematian pada pasien yang telah dinyatakan terinfeksi flu babi. Persentase dari kematian antara berbagai kelompok umur adalah sebagai berikut :
• 0 - 4 tahun, 3 persen
• 5 - 18 tahun, 14 persen
• 19 - 24 tahun, 7 persen
• 25 - 49 tahun, 33 persen
• 50 - 64 tahun, 32 persen
• > 65 tahun, 12 persen
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
3.1 Keluhan dan Gejala
Keluhan dan gejala Influenza A H1N1 atau flu babi serupa dengan influenza musiman. Keluhan dan gejala influenza yang disebabkan oleh pandemi virus influenza A bervariasi pada orang dewasa dan anak-anak, yaitu sebagai berikut :
Keluhan peringatan keadaan darurat pada anak-anak : Keluhan peringatan keadaan darurat pada orang dewasa :
• Ganguan bernapas
• Warna kulit kebiruan atau keabuan
• Kekurangan cairan
• Muntah-muntah
• Tidak bisa bangun/berinteraksi
• Menjadi sangat sensitif
• Gejala seperti influenza, membaik akan tetapi kembali dengan demam dan batuk lebih buruk • Susah bernapas /pemendekan napas
• Pusing mendadak
• Merasa sakit/tekanan pada perut/dada
• Muntah-muntah
• Bingung
• Gejala seperti influenza, membaik akan tetapi kembali dengan demam dan batuk lebih buruk
Gejala influenza H1N1 serupa dengan influenza musiman, tetapi dapat meliputi gejala tambahan seperti muntah dan diare. Gejala influenza musiman dan H1N1 adalah:
Seasonal Flu H1N1 Flu
Semua jenis flu dapat menyebabkan:
• demam
• batuk dan/sakit tenggorokan
• hidung basah dan tersumbat
• sakit kepala dan/nyeri badan
• Kedinginan
• Kelelahan Serupa dengan flu musiman, tetapi gejala dapat lebih berat.
Ada gejala tambahan, yang penting pada kasus flu H1N1, yaitu:
• Muntah-muntah
• Diare
(Anonim, 2010)
3.2 Pemeriksaan Penunjang Diagnostik
Menurut Thorner, untuk diagnosis pandemi virus influenza A H1N1 atau flu babi telah dirilis oleh Amerika Serikat Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yaitu sebagai berikut :
3.2.1 Real-time reverse transcriptase (RRT)-PCR adalah pengujian yang paling sensitif dan spesifik untuk tes diagnosis pandemi infeksi virus influenza A H1N1, karena RRT-PCR atau kultur virus dapat juga digunakan pada orang yang sudah meninggal yang dicurigai atau dikonfirmasikan telah infeksi Influenza A H1N1 atau flu babi.
3.2.2 Polymerase chain reaction - tes amplifikasi asam nukleat, seperti halnya real-time reverse transcriptase (RRT)-PCR, adalah yang paling sensitif dan tes spesifik untuk diagnosis infeksi virus influenza. Namun, mungkin tidak tersedia dan / atau mungkin memerlukan beberapa hari untuk diproses karena banyak rumah sakit dan klinik harus mengirimkan sampel untuk diproses pada kesehatan umum atau laboratorium komersial. Hasil tes tergantung pada individu RRT-PCR digunakan, serta kualitas sampel yang diperoleh.
3.2.3 Rapid tes antigen – merupakan pengujian secara cepat yangmenggunakan tes antigen influenza sebagai bagian dari evaluasi pasien yang diduga menderita pandemi influenza A H1N1 atau flu babi, tetapi hasilnya harus ditafsirkan dengan hati-hati. Tes antigen influenza yang tersedia secara komersial dapat membedakan antara influenza A dan B virus, tetapi tidak dapat membedakan antara berbagai subtipe influenza A (misalnya, pandemi influenza A H1N1 musiman versus H1N1 atau H3N2 influenza A). Konfirmasi pandemi influenza A H1N1 infeksi hanya dapat dilakukan oleh real-time reverse-transcriptase (RRT)-PCR atau kultur virus. Tes sensitivitas antigen dengan cepat mendeteksi infeksi virus influenza A H1N1 berkisar antara 10-70 persen dibandingkan dengan RRT-PCR.
3.2.4 Tes antibodi Immunofluorescent - secara langsung atau tidak langsung (DFA atau IFA) dapat membedakan antara influenza A dan B, tetapi tidak membedakan antara berbagai influenza A subtipe.
3.3 Etiologi
Penyebab Influenza A H1N1 adalah sub type dari virus influensa A dan sebagian besar merupakan penyebab kasus influensa (flu) pada manusia. Virus influenza tipe A ini termasuk Famili Orthomyxoviridae. Virus ini erat kaitannya dengan penyebab swine influenza, equine influenza dan avian influenza (fowl plaque). Ukuran virus tersebut berdiameter 80-120 nm.
Virus ini digambarkan sebagai subtipe baru dari influenza tipe A (H1N1) yang sebelumnya tidak terdeteksi di babi atau manusia. Tahun 2009 virus flu babi tipe A (H1N1) galur mengandung campuran yang tidak biasa ada pada segmen gen. Pengurutan genetik sampel di Centers for Disease Control (CDC) Atlanta menunjukkan bahwa virus flu baru berisi empat segmen dari virus yang berbeda. Virus flu babi yang telah terisolasi pada babi ada 4, yaitu: H1N1, H1N2, H3N2, dan H3N1. Virus flu babi klasik yang pertama di temukan yaitu virus influenza tipe A (H1N1). (Wikipedia, 2010)
3.4 Cara Pencegahan
Menurut WHO, penyakit flu babi sampai saat ini belum ditemukan vaksinya. Namun, ada upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah masuknya virus tersebut kedalam tubuh kita, dan mencegah persebarannya.
3.4.1 Kegiatan sehari-hari yang dapat membabtu mencegah penyebaran virus :
3.4.1.1 Menutup hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk atau bersin, tisu yang sudah digunakan hendaknya dibuang di tempat sampah.
3.4.1.2 Mencuci tangan dengan sabun dan air sesering mungkin, terutama setelah batuk atau bersin. Untuk hasil yang efektif gunakan pemersih tangan dengan bahan dasar alcohol.
3.4.1.3 Hindari menyentuh mata, hidung atau mulut, karena kuman dapat menyebar melalui hal tersebut.
3.4.1.4 Hindari kontak langsung dan intensif dengan orang yang sakit.
3.4.1.5 Jika sakit influenza, lebih baik istirahat dari bekerja, atau sekolah dan kurangi kontak dengan orang lain untuk menghindari penularan pada mereka.
.
3.4.2 Mencegah persebaran virus agar tidak menyebabkan jenis virus flu baru yang lebih membahayakan :
3.4.2.1 Memisahkan babi dari hewan ternak lain.
3.4.2.2 Menghindari kontak langsung dengan babi yang taerinfeksi flu babi.
3.4.2.3 Memberi cuti kepada pekerja peternakan yang sakit seperti sakit influenza.
3.4.2.4 Pemberian vaksin influenza musiman kepada pekerja peternakan, dan pemberian vaksin flu babin untuk hewan ternak.
3.4.2.5 Memelihara system ventilasi yang baik.
3.5 Cara Pengobatan
Pengobatan flu babi sama dengan pengobatan flu musiman., ada empat obat yang sering digunakan yaitu: amantadine, rimantadine, oseltamivir dan zanamivir. Sementara kebanyakan virus influenza H1N1 telah rentan terhadap semua empat obat, yang paling terbaru virus influenza babi yang terisolasi dari manusia adalah resisten terhadap amantadine dan rimantadine. Pada saat ini, CDC merekomendasikan penggunaan oseltamivir atau zanamivir untuk pengobatan dan / atau pencegahan infeksi dengan virus influenza babi.
3.6 Prognosis
Penyakit flu babi mempunyai prognosis yang baik, karena masa hidup virus flu babi didalam tubuh yaitu 7 hari, ditunjang dengan pengobatan yang intensif. Kemungkinan terjadinya kematian disebabkan karena penderita tidak mendapat perawatan kesehatan yang baik.
BAB IV
PENUTUP
Flu babi disebabkan oleh serangan virus influenza tipe A. Virus influenza tipe A memiliki banyak subtipe antara lain H1NI, H1N2, H3N2. Paling umum, kasus-kasus ini terjadi pada orang dengan paparan langsung dengan babi. Keluhan dan gejala Influenza A H1N1 serupa dengan influenza musiman.
Keluhan dan gejala influenza yang disebabkan oleh pandemi virus influenza A bervariasi pada orang dewasa dan anak-anak, diantaranya yaitu : demam,batuk dan/sakit tenggorokan,hidung basah dan tersumbat, sakit kepala dan/nyeri badan, kedinginan, kelelahan, muntah-muntah dan diare. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan dengan meningkatkan personal higiene dan perilaku hidup bersih dan sehat.
Pengobatan flu babi sama dengan pengobatan flu musiman., ada empat obat yang sering digunakan yaitu: amantadine, rimantadine, oseltamivir dan zanamivir. Penyakit flu babi mempunyai prognosis yang baik, karena masa hidup virus flu babi didalam tubuh yaitu 7 hari, ditunjang dengan pengobatan yang intensif. Kemungkinan terjadinya kematian disebabkan karena penderita tidak mendapat perawatan kesehatan yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
www.aasv.org/shap/abstracts/issue.php, diakses tanggal 10 Maret 2010
http://www.cdc.gov/swineflu, diakses tanggal 4 Februari 2010
www.flu.gov/individualfamily/about/h1n1/index.html, diakses tanggal 4 Februari 2010
www.pdf-word.net/influenza/swine-influenza-swine-flu-fact-sheet.html, diakses tanggal10 Maret 2010
www.southernnevadahealthdistrict.org/download/health-topics/swine-flu.pdf, diakses tanggal 10 Maret 2010
http://www.who.int/en/lswineflu, diakses tanggal 4 Februari 2010
Komentar
Posting Komentar