Langsung ke konten utama

Makalah Campak

BAB I
PENDAHULUAN

Campak merupakan penyakit infeksi sistem saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus, terutama oleh family paramyxovirus dari genus morbillivirus. Morbillivirus seperti halnya paramyxovirus, terbungkus oleh rantai virus RNA negatif. Gejalanya diantaranya demam, batuk, pilek, dan biasanya muncul ruam erythema maculopapular (wikipedia,diakses 31 maret 2010).
Campak juga dikenal dengan nama morbili atau rubeola. Campak sebagian besar dapat dicagah dengan vaksin, dan dapat menyebabkan kematian pada anak-anak diseluruh dunia (Immunisation Advisory Centre, diakses 12 Maret 2010)
Campak menyebar melalui pernafasan (melalui cairan yang berasal dari hidung dan mulut penderita), salah satunya terkena langsung atau melalui bersin maupun batuk, tingginya penularan 90% pada orang yang tidak memiliki imunitas (kekebalan). Periode inkubasi rata-rata 14 hari dan infeksi berlangsung sampai 2-5 hari termasuk munculnya ruam (wikipedia,diakses 31 maret 2010).
BAB II
PERMASALAHAN

1. Angka Kesakitan
Sejak september 2009, Johannesburg, kota di Gauteng, Afrika Selatan dilaporkan sekitar 48 kasus campak. Setelah menjadi wabah, pemerintah memerintahkan semua anak untuk divaksinasi. Program vaksinasi dimulai disekolah dan penyuluhan kepada orang tua balita mengenai vaksinasi tersebut. Banyak orang yang tidak mendapatkan vaksinasi pada saat itu, sebab ada kepercayaan bahwa vaksinasi tersebut tidak aman dan tidak efektif, walaupun Departemen Kesehatan menjamin masyarakat bahwa program tersebut benar-benar aman. Akan tetapi muncul pemikiran bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang baru yang harus digunakan (wikipedia,diakses 31 maret 2010).
Pada 19 februari 2009, 505 kasus campak dilaporkan di 12 provinsi di Vietnam Utara, diantaranya di Hanoi sebanyak 160 kasus. Tingginya angka komplikasi meliputi meningitis dan encephalitis yang menjadi masalah tenaga kesehatan.dan di AS menganjurkan bagi orang yang sering berpergian keluar negeri untuk diberikan imunisasi campak. Pada maret 2010 Filipina mengumumkan kenaikan kasus endemik campak yang terus-menerus meningkat (wikipedia, diakses 31 maret 2010).
2. Angka Kematian
Campak merupakan penyakit serius dengan 30 % dari kasus yang dilaporkan terdapat komplikasi. Kematian pada campak terjadi kira-kira 2 per 1000 kasus yang dilaporkan di AS dari tahun 1985 hingga 1992. Komplikasi dari campak biasanya pada balita (usia kuarang dari 5 tahun) dan dewasa (usia lebih dari 20 tahun) (wikipedia, diakses 31 maret 2010).
Angka kematian campak untuk untuk Negara berkembang adalah 3 per 1000 kasus, atau 0.3 %. Di Negara berkembang tinginya kasus disebabkan dari malnutrisi dan tidak adanya pelayanan kesehatan, angka kematiannya 28 %. Pada penderita dengan sistem imun lemah (misalnya AIDS) angka kematian mencapai 30 % (wikipedia, diakses 31 maret 2010).
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

1. Keluhan dan Gejala Penyakit
Campak merupakan penyakit akut yang ditandai dengan demam, batuk, pilek (koriza), konjungtivitis, ruam eritema maculopapular dan tanda lesi pada mulut (bintik Koplik). Gejala awal (fase prodromal) dari infeksi campak diantaranya demam, pilek, batuk dan mata merah. Gejala tersebut biasanya berakhir dalam waktu yang singkat sebelum terbentuknya ruam merah. biasanya akan terlihat bintik putih (bintik koplik) didalam mulut selama fase terjadi (dapat dilihat pada Gambar. 1) serta akan berahir 4-7 hari (Measles Factsheet, diakses pada 12 Maret 2010).
Fase exanthem (terbentuknya ruam) dimulai 2 minggu setelah eksposur atau 1 minggu setelah bintik Koplik muncul pada dinding mulut. Ruam maculopapular mulai terlihat pada bagian kening dan belakang daun telinga, kemuian akan meluas ke wajah dan menyebar hingga bagian ekstremitas atas (bahu dan lengan). Wilayah ruam akan terus meluas sampai terjadi pertemuan antar ruam (dapat dilihat pada Gambar. 2), kemudian setiap daerah pertemuan antar ruam akan meninggalkan bekas warna cokelat yang disebut sebagai daerah hyperpigmentasi, akan tetapi derah hyperpigmentasi tersebut hanya bersifat sementara. Ruam biasanya mulai menghilang pada hari ke 3 atau ke 4 munculnya ruam (Wilson,Walter R, 2001).

2. Pemeriksaan Penunjang Diagnostik
Diagnosis klinik dari gejala campak sejarahnya adalah panas tiga hari bersamaan dengan tiga gejala lainnya yaitu batuk, pilek dan conjunctivitis. Observasi dari bintik koplik juga menjadi salah satu diagnosis penyakit campak. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas. Pemeriksaan lain yang mungkin perlu dilakukan (wikipedia, diakses 31 maret 2010):
• Pemeriksaan darah tepi (serologi)
• Pemeriksaan IgM anti campak
• Pemeriksaan komplikasi campak : enteritis, ensephalopati, bronkopneumoni

3. Etiologi
Campak disebabkan oleh pleomorphic 100-250 nm virus RNA dari family Paramyxoviridae dan termasuk dalam genus Morbillivirus (Wilson,Walter R, 2001).
4. Cara Pencegahan
Penyakit campak dapat menyebar melalui inhalasi (pernafasan) sehingga perlu dilakukan pencegahan, diantaranya (Measles Factsheet, diakses pada 12 Maret 2010):
• Saat seseorang terinfeksi campak yaitu pada 4 hari setelah terserang ruam, hal ini penting bahwa penderita tersebut harus tetap tinggal dirumah untuk mengurangi kemungkinan menyebar kepada orang lain.
• Perlindungan terbaik melawan campak adalah melalui imunisasi dengan vaksin yang disebut MMR. Vaksin tersebut memberikan perlindungan terbaik terhadap infeksi campak, seperti pada mumps dan rubella.
• Vaksin MMR sekarang ini dianjurkan untuk dosis pertama diberikan pada bayi usia 12 bulan dan dosis kedua pada usia 4 tahun. Dengan demikian, dua dosis MMR memberikan perlindungan terhadap campak hingga lebih 98% dari imunisasi tersebut.
• Banyak orang dewasa kebal terhadap campak sebab mereka telah terinfeksi pada waktu anak-anak, pada remaja belum perrnah mendapat campak atau telah menerima imunisasi campak.
• Setiap orang yang lahir pada atau setelah tahun 1966 tidak kebal terhadap campak, akan mendapat 2 dosis imunisasi MMR. Vaksin tersebut terutama digunakan oleh pekerja kesehatan, pekerja anak atau orang yang berpergian ke luarnegeri.

5. Cara Pengobatan
Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Pengobatan diantaranya istirahat, minum yang banyak serta minum paracetamol saat demam. Pada saat seseorang terinfeksi campak, hal ini penting bagi penderita untuk tetap tinggal dirumah untuk mengurangi kemungkinan virus menyebar kepada orang lain (Measles Factsheet, diakses pada 12 Maret 2010).
Pengobatan campak sering mendukung. Perawatan rumah sakit tidak dianjurkan kecuali pada pasien yang mengalami dehidrasi, sesak nafas, encephalopathik. Pasien anak-anak yang membutuhkan perawatan rumah sakit dan pemberian vitamin A. Penelitian klinik baru-baru ini telah memperlihatkan penurunan angka kesakitan dan angka kematian pada pasien yang diberikan tambahan vitamin A. Pasien usia berapapun boleh mendapatkan tambahan vitamin A jika keadaan klinisnya berat/parah. Semua pasien disuatu wilayah yang diketahui kekurangan (defisisensi) vitamin A akan diberikan tambahan/suplemen jika campak endemic didareah tesebut (Wilson,Walter R, 2001)
6. Rehabilitasi
Infeksi campak bersifat self limiting disease atau dapat sembuh dengan sendirinya sehingga tidak ada pengobatan khusus bagi penderita campak, kecuali yang disertai dengan komplikasi seperti encephalitis, pneumonia dan komplikasi lainnya.

7. Prognosis
Prognosis baik jika tidak terjadi komplikasi. Prognosis buruk bahkan akan mengakibatkan kematian yang disebabkan oleh komplikasi yang terjadi.
Komplikasi campak jarang terjadi, akan tetapi dapat menjadi serius apabila bersamaan dengan munculnya diare, pneumonia, dan encephalitis. Komplikasi hebat biasanya terjadi pada orang dewasa (wikipedia, diakses 31 maret 2010).
Komplikasi yang ditimbulkan akibat penyakit campak diantaranya (Measles Factsheet, diakses pada 12 Maret 2010) :
• Otitis media (infeksi telinga) : 7%
• Pneumonia: 6%
• Encephalitis akut (radabg otak): 1 per 1000
• SSPE (penyakit degenerative pada otak): 1 per 100.000
• Penyakit campak terjadi pada ibu yang sedang hamil beresiko untuk melahirkan premature atau melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR)

Sedangkan komplikasi yang ditimbulkan akibat dari pemberian vaksinasi diantaranya (Measles Factsheet, diakses pada 12 Maret 2010) :
• Sekitar 5 - 15% muncul demam pada anak dengan suhu 39.5 °C atau lebih dan 5% muncul ruam pada hari ke 6-12 setelah diimunisasi.
• Encephalitis (1 per 1000)
• Anaphylaxis (< 1 per 1000)

BAB IV
PENUTUP

1. Kesimpulan

Campak merupakan penyakit infeksi ystem saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus, terutama oleh family paramyxovirus dari genus morbillivirus. Gejalanya diantaranya demem, batuk, pilek, dan biasanya muncul ruam erythema maculopapular. Campak dapat dicegah dengan imunisasi dengan vaksin MMR. Vaksinasi dosis pertama dapat dilakukan pada bayi usia 12 bulan dan dosis kedua pada usia 4 tahun. Tidak ada pengobatan khusus untuk campak sebab campak bersifat self limiting disease (dapat semuh dengan sendirinya) sehingga tidak ada rehabilitasi pada penderita. Pengobatan dapat dilakukan bagi penderita jika disertai dengan komplikasi misalnya konjungtivitis dengan vitamin A, demam dengan memberikan parasetamol.Prognosis dari campak campak baik jika tidak terjadi komplikasi.

BAB V
DAFTAR PUSTAKA

Immunisation Advisory Centre. Measles Fact Sheet : Parents and Caregivers. www.Immune.org.nz.university of Auckland. Diakses pada tanggal 12 Maret 2010
Measles Factsheet. http://www.health.state.ny.us/diseases/communicable/measles/docs/factsheet. pdf. Diakses pada tanggal 12 Maret 2010.
Wikipedia. Http://en.wikipedia.org/wiki/measles. Diakses pada tanggal 31 Maret 2010.
Wilson,Walter R.2001.Current Diagnosis & Treatment In Infectious Diseasae.The McGraw-Hill Companies : USA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Leaflet Gizi Diit Atlet Sepak Bola

10 Judul Skripsi Kesehatan Masyarakat tentang pelaksanaan program P2DBD dan obat antibiotik

1.Manajemen penyimpanan obat di Puskesmas Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan tahun 2008 2.Gambaran pelaksanaan program P2DBD di Puskesmas kecamatan Tanah Abang tahun 2007 3.Faktor yang mempengaruhi pola pemilihan penolong persalinan di Kecamatan Bojongloa Kidul, kota Bandung tahun 2007 4.Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi berdasarkan IMT pada pembantu rumah tangga (PRT) wanita di Perumahan Duta Indah Bekasi tahun 2008 5.Gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kecenderungan penyimpangan perilaku makan pada siswi SMAN 70 Jakarta Selatan tahun 2008 6.Hubungan waktu tempuh dan over time dengan frekuensi kelelahan pada pengemudi truk Mixer PT. X tahun 2008 7.Gambaran perencanaan perbekalan obat di Poliklinik Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Narkotika Jakarta tahun 2007 8.Gambaran sikap ibu yang melakukan dan tidak melakukan inisiasi menyusu dini terhadap pelaksanaan menyusu dini di puskesmas kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan tahun 2008. 9.Dinamika program ru...

Laporan praktikum gaky di magelang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ` Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) di Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memiliki dampak sangat besar terhadap kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya manusia. GAKY meliputi pembesaran kelenjar gondok dan hipotiroid, GAKY berpengaruh terhadap prestasi belajar anak usia sekolah dan, rendahnya produktivitas kerja. Pada wanita hamil mempunyai resiko terjadinya abortus, lahir mati, sampai cacat bawaan pada bayi yang lahir berupa gangguan perkembangan saraf, mental dan fisik yang disebut kretin. Di Indonesia saat ini sekitar 750 orang menderita kretin, 10 juta mengalami gondok dan 3,5 juta orang terjangkit gangguan bentuk lain. Survey pemetaan GAKY di Indonesia menunjukkan peningkatan masalah penderitaan kretin membengkak hingga tercatat sebanyak 290.000 orang (Arisman, 2004). Sumber utama yodium adalah makanan yang berasal dari laut yaitu garam, ikan, udang, dan kerang serta ganggang laut merupakan sumber yodium ...