Langsung ke konten utama

Postingan

Makalah hubungan beban kerja dan ergonomis

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dengan makin meningkatnya perkembangan industri dan perubahan secara global dibidang pembangunan secara umum di dunia, Indonesia juga tak mau ketinggalan dengan melakukan perubahan-perubahan dalam pembangunan baik dalam bidang teknologi maupun industri. Memasuki Abad XXI, Indonesia telah mencanangkan Era Industrialisasi. Sejalan dengan tekad tersebut, di dalam GBHN industrialisasi dengan segenap aspeknya sudah dimuat. Pengalaman dari bangsa-bangsa yang telah lama maju menunjukkan, bahwa banyak masalah yang terjadi pada awal industrialisasi, bahkan juga selama industrialisasi itu berjalan. Dengan adanya perubahan kearah industrialisasi tersebut maka konsekuensinya terjadi perubahan pola penyakit / kasus-kasus penyakit karena hubungan dengan pekerjaan. Seperti disebabkan karena faktor mekanik (proses kerja, peralatan), faktor fisik (panas, bising, radiasi) dan faktor kimia. Pada awal industrialisasi, banyak masyarakat industri (industriawan maupun peke...

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP FREKUENSI PEMBERIAN ASI ESKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MATA KOTA KENDARI TAHUN 2009

I . PENDAHULUAN Latar Belakang Untuk mencapai Indonesia sehat 20 1 0 tantangan yang dihadapi Bangsa Indonesia cukup berat. Dalam hal keadaan gizi masyarakat, meskipun terdapat kemajuan tetapi empat masalah gizi utama yang sejak lama ada sampai saat ini masih merupakan agenda yang belum terselesaikan. K eadaan gizi masyarakat merupakan basis dan persyaratan bagi pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal (Depkes RI, 2005) Masalah gizi kurang dan gizi buruk pada Balita, Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) menunjukan meskipun selama 10 tahun terjadi penurunan gizi kurang dari 37,5% tahun 1989 menjadi 26,4% tahun 1999, namun terjadi prevalensi gizi buruk dari 6,3% tahun 1989 menjadi 8,1% tahun 1999. Pada tahun 2000, perkembangan keadaan gizi cukup menggembirakan, gizi kurang menurun menjadi 24,6 % begitu pula dengan gizi buruk menjadi 7,5 % (Depkes.RI, 2003) Jika diamati lebih lanjut terungkap sebenarnya sejak tahun 1989 sampai dengan tahun 2000 tidak terjadi pen...